Dulu ia Ditampung Wanita Baik ini Hingga Jadi Pengusaha Sukses, Sekarang Lihat Apa Balasan Gelandangan Ini!

 Klik disini Orang-orang bilang masih banyak orang yang baik di dunia ini.

Kata-kata ini sepertinya memang terbukti sekarang!!

Perempuan asal Tai-zhou yang pernah menampung gelandangan pada 21 tahun silam, kini si gelandang itu membalas budinya.

Hari ini, redaksi informasikan cerita menyentuh terkait kisah di atas.

Kisah yang mengharukan ini kemudian diangkat ke layar kaca dengan judul “Saudara Seumur Hidup” (Transliterasi-red).

Dai Xing-fen (48) yang tinggal di Taizhou, sebuah tempat yang tenang di wilayah Tiongkok, membuka usaha kedai mie di Du-Qiao, Lin-hai city, Tiongkok.

Pada 1993, dalam sekilas tindakan baiknya, ia (Dai Xing-fen) menampung 3 orang dari You-Yang, Chong-qing, Tiongkok yang tak dikenalnya, dan memberi 20.000 rupiah kepada mereka masing-masing untuk ongkos naik bis.

Pada 2014, “pengemis” yang paling kecil bernama He Rong-feng menjadi pengusaha terkenal di Shen Yang, Tiongkok.

Sang pengusaha sukses yang dulunya adalah pengemis ini berusaha menemukan tempat tinggal Dai Xing-fen, yaitu wanita yang dulu pernah menampungnya.

Setelah bertemu dengan Dai Xing-fen, ia menyumbangkan 2 miliar rupiah untuknya sebagai tanda ucapan terima kasih dan budinya ketika itu.



Namun, tak disangka sumbangan atau balasan budinya itu ditolak dengan tegas oleh Dai Xingfen saat itu.

Satu kata, tekat pada 21 tahun silam.

He Rongfeng, pemuda miskin dari Sichuan ini memiliki seorang kakak dan adik perempuan, saat itu Rongfeng baru berusia 17 tahun.

Ketika itu, ia bersama dua temannya hanyalah gelandangan yang tak memiliki uang apalagi rumah.

Bahkan untuk makan sehari-hari saja ia merasa kesulitan.



Namun semuanya seolah berubah ketika ia bertemu dengan salah seorang penjual mie yang baik hati.

Adalah Dai Xingfen, wanita yang bersedia menampung He Rongfeng bersama dua temannya.

Selama beberapa hari tinggal di rumah penjual mie tersebut, Rongfeng seolah sadar bahwa ia harus mengubah hidupnya.

Ketika itu, tetangganya mengingatkan “Terlalu berisiko menampung tiga orang yang tak dikenal.”

Tapi dia (Dai Xingfen) justeru mengatakan, “Saya juga pernah hidup di perantauan, dan saya tahu betul itu tidaklah mudah, lagipula di rumah saya juga tidak ada barang-barang yang berharga, kalau bisa bantu ke tiga orang itu, ya kita bantu saja.”



Ketika itu, ongkos tiket dari Xian Ju ke Huang Yan (jika dirupiahkan) sebesar Rp. 14 ribu.

Keesokannya, Dai Xingfen telah menyiapkan bekal makanan seadanya, mengantar mereka naik bis dan memberi mereka masing-masing setara Rp. 20 ribu untuk ongkos di perjalanan.

Selama itu, He Rongfeng tidak mengucapkan sepatah kata pun, tapi ia mencamkan baik-baik setiap pesan Dai Xing-fen.

Ia selalu ingat dengan pesan Dai Xingfen, “Tidak apa-apa miskin, yang penting harus menjadi orang yang baik, dan kalau bisa membantu orang lain yang kesusahan, percayalah orang baik pasti akan selalu diberkati, meski bentuk balasannya tidak selalu berupa materi.”

Tidak terbayangkan dalam benak Dai Xingfen, beberapa patah kata yang dipesankannya kepada para gelandangan itu, menjadi berkat bagi He Rongfeng merintis karirnya.

Dia juga telah menorehkan ratusan kata-kata motivasi dalam perjalanan karirnya.

“Sayangnya, dalam kebakaran di ruang pabrik, buku harian saya juga ikut hancur terbakar, sekarang hanya ada sebagian kecil yang tersisa. Jika tidak ada kata-kata Dai Xingfen ketika itu, maka saya juga tidak akan bisa berdiri dengan gagah sekarang. Kebaikannya membuat kami kagum sekaligus menyentuh hati saya. Sebenarnya saya mendapat pencerahannya di saat saya terpuruk, jadi saya tidak akan lupa dengan akar saya dan tidak boleh lupa dengan budinya,” kata He Rongfeng.

Selama kerja kerasnya dalam merintis karir, He Rongfeng selalu ingat dengan pesan Dai Xingfen: Menjadi orang yang jujur dan dapat dipercaya.

Selama lebih dari 20 tahun berjuang dan kerja keras, dengan berbekal keyakinan itu.

He Rongfeng berjuang dengan gigih, dan berhasil menjadi tokoh terkenal dalam industri mebel dan cat.

Sosok orang yang berbudi pasti akan sukses

Dua kali “kado balasan” dari He Rongfeng sebagai tanda ucapan terima kasihnya ditolak dengan tegas oleh Dai Xingfen.

Putri Dai Xing fen : Bunda, engkau hebat, aku bangga padamu bunda.

Pada Mei 2013 lalu, Rongfeng meminta bantuan seorang mitra bisnisnya di Xianju, Tiongkok, agar mencari tahu tentang keberadaan Dai Xingfen, penolongnya ketika itu.

Hingga akhirnya berhasil mengetahui keberadaan Dai Xingfen!

Rongfeng kini telah sukses dan menikmati hasil dari kerja kerasnya.

Seolah tak pernah lupa akan kebaikan orang lain, ia memberikan uang sebesar 2 milyar kepada Dai Xingfen yang sekarang telah menua.

Sayangnya Dai Xingfen menolak uang sebanyak itu, baginya dengan melihat He Rongfeng telah hidup sukses sudah cukup membuatnya bahagia.

Kali ini, He Rongfeng kembali membawa kado besar dan barang-barang bernilai langka untuk Dai Xingfen.

“Bagaimanapun juga harap diterima, ini ketulusan saya,” kata He Rongfeng.

Mau tidak mau, Dai Xingfen pun menerimanya, karena tak tega menolak langsung pemberian He Rongfeng yang telah berkali-kali ditolaknya.

Namun, setelah He Rongfeng pergi, Dai Xingfen mengembalikan uang senilai miliaran itu ke rekening He Rongfeng, dan barang-barang lainnya yang bernilai langka juga dikembalikan utuh.

“Tidak peduli dia marah atau tidak, saya tidak bisa menerimanya, sekarang dia telah sukses, saya turut bahagia. Memang sudah seyogianya kita membantu siapapun, saat saya masih kanak-kanak, ibu saya pernah menampung gelandangan, dan ini wajar saja menurut saya, tidak minta pamrih dalam bentuk apa pun. Dan saya sangat tersentuh dengan balas budinya.”

Dua kali menolak dengan tegas pemberian kado besar dari He Rongfeng, seorang gelandangan yang kini telah menjadi miliarder papan atas.

Tapi yang membahagiakan Dai Xingfen adalah, putri sulungnya yang sedang studi di luar daerah mengatakan kepadanya, bahwa ia sangat bangga padanya!

Dari kisah menarik di atas kita bisa mengambil hikmah bahwa jangan pernah melupakan kebaikan orang lain.

Mungkin sekarang kamu sudah hidup mewah menikmati hasil dari semua kerja kerasmu.

Tetapi mungkin kamu lupa siapa yang dulu pernah menolongmu saat kamu terpuruk?

Ini adalah sebuah kisah yang patut dicontoh oleh generasi muda masa kini.

Saat ‘bermandikan’ uang sekarang, jangan lupa pada mereka yang pernah membantumu atau mereka yang ada di balik kesuksesan dan kenyamanan kamu sekarang.

Ingat roda hidup terus berputar. 

sumber
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dulu ia Ditampung Wanita Baik ini Hingga Jadi Pengusaha Sukses, Sekarang Lihat Apa Balasan Gelandangan Ini!"

Posting Komentar