Nangis Bacanya !!!... Ini 7 Kisah Permintaan Terakhir Paling Menggetarkan Hati. Jangan mewek ya bacanya

 Klik disini
Mengharukan!!!... Ini 7 Kisah Permintaan Terakhir Paling Menggetarkan Hati. Jangan mewek ya bacanya
Mengharukan!!!... Ini 7 Kisah Permintaan Terakhir Paling Menggetarkan Hati. Jangan mewek ya bacanya


Kematian datang bagaikan tamu yang tak diundang. Kita tak pernah tahu kapan kita akan dijemput menuju ke rumah kehidupan berikutnya. Banyak orang yang menyesal karena tak sempat berbuat kebaikan sebelum sang ajal menjemput.


Saat kebanyakan orang tak sempat berbuat banyak sebelum kematiannya, ternyata ada orang-orang yang diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk dikabulkan permintaan terakhirnya. Orang-orang yang tak lama lagi hidupnya ini, ingin berbuat baik kepada sesama dengan permintaan yang sungguh mengharukan. Berikut 7 permintaan terakhir yang paling mengharukan di dunia.

1. Nathan Gracia.



Nathan Gracia adalah seorang anak laki-laki berusia 13 tahun asal California. Ia meninggal karena kanker otak, 2 hari setelah ulang tahun ke-13 tahunnya. Setelah menjalani operasi dan kemoterapi selama 2 tahun, ternyata ia tidak dapat sembuh.

Saat mengetahui kondisinya yang tak mungkin untuk sembuh, di hari ulang tahunnya yang ke-13, Nathan ingin memberikan ribuan mainan kepada anak-anak lain yang dirawat di rumah sakit yang sama dengannya. Ia dan keluarganya mulai mengumpulkan berbagai mainan dan akhirnya berhasil mendapatkan sekitar 4.000 mainan. Dua hari setelah Nathan meninggal, orang tua dan para relawan membagikan mainan-mainan tersebut kepada anak-anak di rumah sakit seperti permintaan terakhir Nathan. Betapa mulianya hati Nathan, ya.

2. Brett Marie Christian.



Brett Marie Christian tampak seperti gadis berusia 15 tahun yang lainnya. Yang membedakannya dengan gadis lain adalah ia telah berjuang melawan penyakit leukimianya sejak umur 11 tahun. Karena hal ini, hubungannya dengan Treyton, teman spesialnya menjadi semakin kuat. Treyton setia datang setiap hari ke rumah sakit untuk menemani Brett.

Pada tahun 2010, Brett mengatakan kepada Treyton bahwa ia ingin berdansa untuk terakhir kalinya. Ia bahkan telah membeli gaun khusus. Mengetahui hal ini, Treyton dan keluarga Brett merencanakan sebuah acara pesta dansa kecil. Pada 4 September 2010, bersama keluarga, teman-teman dan 50 teman sekelasnya, Brett dan Treyton berdansa untuk memenuhi permintaan terakhir Brett. Malamnya, setelah acara usia, gadis manis ini meninggal dunia.

3. McClain.



Banyak yang mengatakan bahwa anjing adalah teman terbaik manusia. Barangkali memang hal ini benar bagi Kevin McClain, 57 tahun. McClain adalah seorang tunawisma yang sehari-hari tinggal di mobil bersama anjing kesayangannya, Yurt. Pada Mei 2011, ia divonis sakit kanker paru-paru dan harus dirawat di rumah sakit.


Saat dibawa ke rumah sakit, di dalam ambulanse, McClain mengatakan kepada dokternya, Jan Erceg bahwa ia memiliki anjing kesayangan dan berharap dapat bertemu dengannya. Jan mengambil Yurt dari rumah penampungan hewan dan membawanya kepada McClain yang sedang sekarat. Kehadiran Yurt sungguh berarti bagi McClain yang tak memiliki seorang saudara pun. Dua hari setelah pertemuan itu, McClain meninggal dunia.

4. Leonard.



Apakah Anda salah satu orang yang pernah berharap adanya hujan uang dari langit? Bagi kita, mungkin hal ini cuma mimpi. Tetapi bagi para pengunjung Irish Eye Pub and Restaurant di Lewes, Inggris mimpi ini menjadi kenyataan.

Seorang penduduk lokal bernama Leonard Maull yang meninggal tahun 2012 memiliki permintaan terakhir yang cukup aneh. Ia meminta agar helikopter sewaannya membagikan $ 10,000 atau sekitar Rp. 177 juta uangnya dari udara. Uang-uang ini dibaginya dalam beberapa pecahan mata uang kepada orang seluruh kota. Mungkin benar jika ada yang bilang harta dan uang tak bisa dibawa mati. Leonard telah melakukannya.
5. Brenden Foster.



Brenden Foster, 11 tahun, adalah seorang malaikat kecil. Bagaimana tidak? Jika anak-anak seusianya memiliki permintaan pergi ke Disneyland atau bertemu artis idolanya, permintaan terakhir penderita leukimia ini adalah memberi makan kepada para tunawisma.

Permintaan terakhir Brenden ini menggerakan hati banyak orang. Sekitar 2.500 paket makanan disediakan oleh Union Rescue Misson di Seattle, Amerika untuk memenuhi permintaan Brenden. Pada kantong makanan yang dibagikan, tertulis "Love, Brenden" untuk menghormati pemuda kecil berhati emas ini. Sementara Brenden terlalu lemah untuk berpartisipasi dalam kegiatan impiannya, ribuan relawan mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Beberapa hari kemudian Brenden meninggal dalam pelukan sang ibu.

6. Reece Fleming dan Elleanour Pursglove.



Reece Fleming dan Elleanor Pursglove telah berteman sejak mereka masih sangat kecil. Reece ternyata menyimpan perasaan terhadap Elleanor. Meskipun masih berusia 8 tahun, Reece ingin agar Elleanor menjadi pengantinnya semenjak ia mengetahui bahwa ia mengidap leukimia yang tak bisa disembuhkan.

Pada tahun 2008, "pernikahan" itu dilakukan. Sang pengantin kecil datang menggunakan mobil limusin. Saat itu kondisi Reece sangat lemah, tetapi ia sangat bersemangat menyambut hari besarnya. Ia memberikan Elleanore bunga mawar dan saling bertukar cincin di hadapan keluarga. Reece terbaring lemah setelah upacara pernikahannya dan mengatakan kepada sang ibu, "Ibu, aku bisa pergi sekarang." Dua hari setelahnya, Reece meninggal dunia.
7. opsy The Honorary Fireman


Seorang ibu muda berusia 26 tahun sedang tertunduk lesu. Ia baru saja diberitahu oleh dokter tentang hasil tes kesehatan anaknya.


LEUKIMIA. Momok mengerikan yang tak pernah diduga menyerang puteranya. Seperti ibu-ibu yang lain, ia juga ingin melihat puteranya tumbuh dewasa, ceria, mencapai cita-citanya, menikah dan memberikan cucu untuknya. Tetapi semua mimpi itu tampaknya akan segera harus direlakan, karena leukimia bukan penyakit yang dengan mudah disembuhkan, dan belum ada obat yang dengan ampuh.



"Apakah benar aku harus membiarkan impian-impian anakku juga hancur karena penyakit itu, Tuhan?" rintihnya dalam hati.



***



Suatu hari, ia berpikir tak akan membiarkan anaknya kehilangan mimpi. Sekalipun waktunya tak panjang lagi, setidaknya ada hal yang ingin ia lakukan demi membuat anaknya bahagia.



"Bopsy, hal apa yang paling kau impikan saat dewasa? Apakah kau pernah punya impian melakukan sesuatu atau menjadi seseorang yang kau inginkan?" tanya sang ibu.



"Oh iya bu, aku ingin sekali menjadi seorang pemadam kebakaran ketika dewasa nanti," katanya penuh semangat.



"Baiklah, mari kita lihat apakah kita bisa mewujudkan keinginanmu nanti," kata ibunya sambil tersenyum.


Tak menunggu lama, ketika anaknya masih berbaring di rumah sakit, sang ibu pergi ke sebuah kantor pemadam kebakaran di Phoenix, Arizona. Ia bertemu dengan seorang pemadam kebakaran yang punya hati seluas wilayah Phoenix. Ia menjelaskan kondisi Bopsy padanya dan bertanya, apakah bisa apabila anaknya diperbolehkan berkeliling blok rumah dengan mengendarai mobil pemadam kebakaran?



Bob menjawab, "dengar ya bu, kami bahkan bisa melakukan hal yang lebih dari itu. Jika hari Rabu pagi besok kau bisa membawa anakmu ke sini jam 7 pagi, kami akan akan membuatnya menjadi pemadam kebakaran honorer dalam sehari. Dia bisa datang ke sini, makan bersama dengan kami, ikut menjawab panggilan darurat dan bekerja dengan kami. Kami akan menjaganya. Dan bila kami bisa tahu berapa ukuran bajunya, kami akan membuatkan seragam pemadam kebakaran serta topi pemadam sungguhan, bukan mainan. Lengkap dengan emblem, serta sepatu karet yang biasa kami gunakan. Pabrik kami bisa membuatnya khusus untuknya."



Terharu dan berkaca-kaca, sang ibu menyeka air mata yang sempat jatuh mendengarkan kepedulian orang yang bahkan tak dikenalnya itu.



Bagaimana Bopsy menjalani hari sebagai seorang pemadam kebakaran ya?



***



Tiga hari kemudian, Bob memberi seragam pada Bopsy dan menjemputnya dari rumah sakit, naik ke atas mobil pemadam kebakaran, di mana ia duduk di pangkuan Bob di belakang setir.



Ada tiga panggilan darurat hari itu, dan Bopsy juga ikut serta menjawab panggilan tersebut. Aksinya bahkan direkam oleh sebuah televisi setempat, di mana pada akhirnya ia mampu mewujudkan impian terakhirnya.



Karena kebahagiaan yang dimilikinya, Bopsy hidup 3 bulan lebih lama dari perkiraan dokter.

Hari terakhir Bopsy...



Malam di mana kondisi Bopsy sangat menurun, suster kepala tidak ingin Bopsy melewatkan malam terakhirnya sendirian. Ia mulai menghubungi seluruh keluarganya untuk datang ke rumah sakit. Ia juga ingat soal cerita Bopsy menjadi pemadam kebakaran, ia pun berusaha menghubunginya dengan harapan setidaknya ada perwakilan pemadam kebakaran yang bisa mengantar kepergian Bopsy.



Tak terduga, Bob yang menjawabnya (lagi). Ia mengatakan akan tiba di rumah sakit dalam waktu lima menit. Ia juga akan membawa serta truk pemadam kebakaran lengkap bersama anggota mereka. Mereka tidak akan datang lewat pintu, melainkan naik tangga dan muncul lewat jendela.



Begitu Bob masuk ke ruang perawatan Bopsy, ia tersadar. "Pak kepala pemadam, apakah aku benar-benar seorang pemadam kebakaran saat ini?" tanyanya melemah. "Iya Bopsy, kau adalah seorang pemadam kebakaran sekarang," jawab Bob.



Bopsy akhirnya meninggal dengan tersenyum bahagia. Impiannya menjadi pemadam kebakaran telah diwujudkan oleh ibu dan kepedulian orang-orang yang penuh cinta.

Karena hidup itu sangat berharga, mari diisi dengan hal-hal yang membahagiakan dan bermanfaat.

Karena hidup itu sangat singkat, biarkan dihabiskan dengan keluarga dan orang terdekat.

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nangis Bacanya !!!... Ini 7 Kisah Permintaan Terakhir Paling Menggetarkan Hati. Jangan mewek ya bacanya"

Posting Komentar